Dalam cinta, semua terasa indah. karena cinta dapat mengubah dunia jadi syurga. bersama cinta aku akan mati menemui cinta. (ALLAH DAN RASULULLAH)
Diposting oleh Andi Tenri Al-bugisy Minggu, 21 April 2013 di 06.35
Diposting oleh Andi Tenri Al-bugisy Kamis, 04 April 2013 di 02.07
Setelah membeli buku aku menuju taman pintar, wahana membaca. Sedikit merasa lelah aku putuskan singgah di sebuah mushallah kecil. sebelum menumpuhkan badanku di teras mesjid, aku melempar senyum pada seornag ibu yang duduk berdampingan denganku “subehannallah cantiknya ibu ini” gumamku.Diposting oleh Andi Tenri Al-bugisy Senin, 01 April 2013 di 10.01
Uang Panai’, Tradisi Finansial Melamar Wanita Bugis Makassar
Kompleksitas budaya pernikahan pada masyarakat Sulawesi Selatan merupakan nilai- nilai yang tak lepas untuk dipertimbangkan dalam pernikahan seperti status sosial, ekonomi, dan nilai-nilai budaya dari masing-masing keluarga pria dan wanita.
Di Sulawesi Selatan, satu hal yang menjadi khas dalam pernikahan yang akan diadakan yaitu uang naik atau oleh masyarakat setempat disebut uang panai’. Uang panai’ ini adalah sejumlah uang yang diberikan oleh calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita yang merupakan bentuk penghargaan dan realitas penghormatan terhadap norma dan strata sosial.
Uang panai’ ini belum terhitung sebagai mahar penikahan melainkan sebagai uang adat namun terbilang wajib dengan jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak atau keluarga.
Uang panai’ untuk menikahi wanita bugis-makassar terkenal tidak sedikit jumlahnya. Tingkat strata sosial wanita serta tingkat pendidikannya biasanya menjadi standar dalam penentuan jumlah uang untuk melamar. Jadi, jika calon mempelai wanita adalah keturunan darah biru (keluarga kerajaan Tallo, Gowa atau Bone), maka uang naiknya akan berpuluh-puluh juta. Begitupun jika tingkat pendidikan calon mempelai wanita adalah S1, S2, atau Kedokteran, maka akan berlaku hal yang sama.
Pihak keluarga (saudara ayah atau ibu), memiliki pengaruh yang cukup penting dalam pengambilan keputusan mengenai besarnya uang panai’ dan mahar. Tidak jarang, karena persoalan yang rumit dalam hal ini membuat pasangan yang saling mencintai biasanya menempuh langkah terakhir yaitu ‘kawin lari (silariang), sebagai jalan pintas untuk tetap bersama.
Jika jumlah uang naik yang diminta mampu dipenuhi oleh calon mempelai pria, hal tersebut akan menjadi prestise (kehormatan) bagi pihak keluarga perempuan. Kehormatan yang dimaksudakan disini adalah rasa penghargaan yang diberikan oleh pihak calon mempelai pria kepada wanita yang ingin dinikahinya dengan memberikan pesta yang megah untuk pernikahannya melalui uang panai’ tersebut.
Jumlah uang panai’ yang bergantung dari tingkat strata sosial dan pendidikan calon mempelai wanita dilihat dari sisi peran keluarga calon mempelai wanita. Wade, C. dan Travis, C. (2007) menjelaskan bahwa peran merupakan kedudukan sosial yang diatur oleh seperangkat norma yang kemudian menunjukkan perilaku yang pantas.
Bagi pria lokal atau yang juga berasal dari suku bugis-makassar, memenuhi jumlah uang panai’ juga dapat dipandang sebagai praktik budaya siri’, jadi wanita yang benar-benar dicintainya menjadi motivasi yang sangat besar untuk memenuhi jumlah uang panai’ yang di syaratkan. Motivasi dapat diartikan sebagai faktor pendorong yang berasal dalam diri manusia dalam hal ini untuk memenuhi jumlah uang panai’, yang akan kemudian mempengaruhi cara bertindak seseorang. Dengan demikian, motivasi kerja akan berpengaruh terhadap performansi nya dalam bekerja.
Diposting oleh Andi Tenri Al-bugisy Senin, 18 Maret 2013 di 06.15
kenapa jemariku tak dapat menari buatmu..
mengapa semuanya tak dapat memberi sejumlah cerita indah untuk kukalikan dalam perjalananku...
aku sedikit lelah dalam perjalanan ini.
mengapa usah sekali untuk orang sepertiku mencari penerbit yang mudah
apakah semuanya hanya untuk orang yang memiliki banyak uang????
malas jadinya
Diposting oleh Andi Tenri Al-bugisy Kamis, 14 Maret 2013 di 19.25
Diposting oleh Andi Tenri Al-bugisy Jumat, 01 Maret 2013 di 01.02
Sahabat, dalam hati yang paling dalam dan relung-relung kalbu yang penuh haru kubisikkan kata yang telah lama kupersiapkan seuntai kata buatmu....
ingatkah engkau saat kita masih kecil dulu, saat orang tua melepas kita dalam penjara suci itu. kita satu asrama tapi beda kamar. aku masih ingat adikmu dulu sanga imut "ompo", jika ayahmu datang pasti membawanya.
kamu orang yang paling jago soal olahraga. selalu berlari bersama kiki. dengan gaya tomboynya.
hahaha..yang paling lucu darimu itu adalah kamu sangat anti dengan laki-laki.
I'dadiyah adalah tingkatan yang indah bagiku, karena bisa bertemu denganmu dan melihat tingkah laku yang polos. tidak ada yang dibuat-buat seperti saat kita Tsanawiyah dan aliyah.
inagtkah kamu saat hari rabu dan kamis???
kita harus memakai rok ala mbak jamu itu. yang dililit hingga sempit di bagian bawahnya.
tapi aku dan kamu tidak demikian, pasti kita mencari cara untuk membuat bagian bawahnya lebar. agar tidak begitu kecewean....
sandal Eger adalah andalanmu....
meski sudah ditegur tapi tetap saja kamu memakai sandal cowok itu. tak jauh bedalah dengan aku.
tapi itu dulu...sebelum kau kenal dengannya. dengan seorang laki-laki yang kau yakini dapat membahagiakanmu.
ingat sobat bahwa pertemuan dua insan itu sudah diatur oleh Allah. ketika kau memilih dia maka itulah keputusan terbaik dari pada harus berlama-lama namun tak berujung bahagia dan yang terpenting tidak banyak dosa hehehheh ^_^
kamu itu hebat sudah berani mangambil keputusan...
ketika banyak orang yang berbicara dibalik ketidaktahuannya maka anggaplah saja dia kerikil-kerikil kecil yang harus dilompati dengan kesabaran.
Purnama tersenyum ramah
Bintangpun tak mau mengalah
Mengiringi do'aku yang indah
Untuk kalian yang tak lama lagi bersama
jika cinta telah berstatus halal maka tak ada
yang melarang...
Semoga terbentuk keluarga sakinah...
setelah kau bersama dia "Illang" maka esok giliranku yang berada di dekat ibumu...
dekat di hati ibu dan ayahmu, agar kita selalu bersama seperti keluarga.
aku rindu bersamamu, ayah, ibu dan adik2mu.....
ok... selalu menjadi lebih baik sobat
ingatlah bahwa tujuan kita bersama adalah kembali pada yang memberi cinta.
"thank's to Allah"
Diposting oleh Andi Tenri Al-bugisy Kamis, 28 Februari 2013 di 20.25