Di depan kampus aku duduk menuggu bus yang akan mengantarku ke kosan.aku duduk di sebuah kursi panjang sambil membolak balik hand phone mahalku yang seharga 150.000 dengan pede. sedangkan semua yang ada di sekitarku dengan pedenya menggenggam hp yang bermerek bluberry. up...salah itukan harganya selangit. maksudku blackberry yang harganya sebumi doang......
seorang lelaki menghampiriku."ha...mau apa dia?" jantungku berdetak kencang. aku mulai merasakan sesuatu yang aneh saat dia duduk satu kursi denganku. "mungkin dia tertarik denganku" positifku.
dia mulai menyapa
"mbak kenapa?"
"mmmmmm" aku tak tau mau bilang apa.
dia terdiam, aku mulai nyaman. ternyata dia baik ko'. aku malah terkejut saat dia membuka al-qur'an dan membacanya dengan fasyih. aku penasaran dengannya. aku bertanya tapi malu. nanti dia kira aku wanita apaan. aha...ternyata dia bertanya duluan.
"mbak kuliah di mana"
"aku di UIN sunan kalijaga"
"jurusan apa mbak?"
"Aqidah filsafat"
"subehallah, pasti imannya kuat ya?"
wow kata-katanya itu membuatku tersanjung, ups...salah bukan tersanjung tapi tersandung.
"kenapa kita bilang begitu"
"apa, kita. maksudnya? heran
"maaf salah. maksudnya itu kamu. maklumsaya dari makassar" walah ini logat belum bisa hilang.
"karena Aqidah mengajarkan kepada kita bagaimana di hadapan Allah kita bersikap. bukan begitu?"
"iya,iya,iya" hebat juga orang ini batinku
"kalo kamu kuliah dimana?"
"kalau saya mbak hanya seorang penjaga mesjid yang ada di depan sana" sambil menunjukkan mesjid tempatnya bekerja.
"oh....begitu. tapi kaya'nya kamu berpendidikan. pasti dulu pernah kuliahkan?
dia hanya tersenyum. "ih...ini orang siapa juga mengerti jawaban dengan senyuman" geramku. mulai penasaran. aku memberanikan diri memperkenalkan nama
"mas nama sa...." belum sempat tangan ini terangkat dia sudah beranjak
"aku pamit mbak" sambil menundukkan kepalanya.
aku semakin penasaran dia itu siapa. mataku tertuju pada sebuah kertas tempatnya duduk. aku membunya. di kertas itu tertulis
" wanita itu bukan hanya sekedar berjilbab. tapi harus memperhatikan semua syarat-syaratnya. mbak, jadikankan celanamu itu sebuah rok yang indah. jadikan jilbab lilitmu itu sebuah jilbab yang lipatannya hanya satu.jadikan baju jangkismu itu sebuah baju yang menutupi pinggul indahmu. jika mau bertemu lagi dengannku dan mengenalku lebih jauh. maka biarkan niat mengubahmu dan waktu mempertemukan kita". tak terasa air mataku jatuh. bukan karena tersinggung tapi tersentuh dengan tegurannya. setelah kejadian itu. aku malu dengan diriku sendiri. betapa banyak yang menikmati anugrah yang tidak halal bagi mereka-mereka lelaki hidung belang. dengan niat, aku mulai menutup auratku dengan jilbab panjang dan Gamis yang tebal. dan menanti hingga Allah mempertemukanku kembali dengan si dia.
BERSAMBUNG.........
0 komentar:
Posting Komentar